OMSLogo

Bukti Pendukung

Self Evaluation

Evaluasi :

Kegiatan-kegiatan pengembangan profesi bagi setiap dosen  direncanakan dan didukung oleh Institut melalui kegiatan: (1) lokakarya (Bukti 1), (2) seminar, (3) program lawatan (Bukti 2); baik dalam skala nasional maupun internasional bekerjasama dengan instansi dalam dan luar negeri. Kegiatan ini tercantum pada tabel kegiatan pengembangan profesi dosen. Kegiatan lokakarya, misalnya rencana pengamanan air minum (RPAM) (didukung oleh BAPPENAS, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, WHO Indonesia), lokakarya peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan Gas Rumah Kaca (didukung GIZ Jerman), lokakarya peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam penyusunan dokumen lingkungan, seperti Status Lingkungan Hidup Indonesia dan Dokumen Informasi Lingkungan Hidup Daerah Kota Cimahi dan Kota Sukabumi, Status Lingkungan Hidup Indonesia dan Dokumen Informasi Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jawa Barat, dan sejumlah lokakarya lainnya (Bukti 1).

Sedangkan kegiatan seminar dan kuliah tamu yang dilakukan oleh dosen Prodi Teknik Lingkungan sebagai narasumber diantaranya dalam bidang  pengelolaan sungai , gas rumah kaca, rencana pengamanan air minum, persampahan, lingkungan pertambangan, dan air limbah (Bukti 3)

Terkait program lawatan, yang telah dilakukan adalah lawatan di dalam negeri dan luar negeri. Lawatan dalam negeri yang dilakukan oleh dosen Prodi Teknik Lingkungan diantaranya ke PDAM di berbagai kota di seluruh Indonesia, lokasi pengolahan akhir sampah, industri dan instansi pemerintah. Sedangkan lawatan luar negeri yang dilakukan diantaranya kunjungan ke Belanda dan Thailand ,ke berbagai lokasi dan institutsi terkait pengelolaan sumber daya air dan pengelolaan udara. 

Selain itu, Itenas juga mendukung pengembangan profesi dosen lainnya, seperti: (1) Peningkatan kualifikasi akademik dosen meliputi: memperluas kesempatan mendapatkan beasiswa doktoral, memberikan bantuan akomodasi dan insentif studi lanjut dosen (Bukti 4), membentuk tim pendampingan program doktor (Bukti 5), dan mengadakan pelatihan (Bukti 6), serta memberikan bantuan akomodasi pelatihan; (2) Peningkatan jabatan akademik dosen meliputi:  pemberian insentif bagi dosen yang mengurus jabatan akademik ke jenjang LK/GB dan pendampingan pengurusan jabatan akademik Asisten Ahli menuju Lektor, LK dan GB (Bukti 7); (3) LPPM memberi dukungan untuk dosen publikasi di seminar/jurnal, baik nasional maupun internasional (Bukti 8 dan 9); (4) Peningkatan dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian dan PkM melalui kegiatan: pembentukan tim pendampingan pembuatan proposal penelitian dan PkM, serta memperluas mitra penelitian; (5) Peningkatan partisipasi Prodi, dosen dan mahasiswa untuk mengikuti program MBKM melalui kegiatan peningkatan kerjasama MBKM antar universitas, DUDI, dan badan/lembaga penelitian. 

Dosen Prodi TL dalam kurun waktu 3 tahun telah mengikuti berbagai acara seminar/lokakarya/lawatan yang didukung oleh institut, seperti: (1) Penyusunan dokumen lingkungan hidup untuk pemerintah daerah dan nasional, diantaranya: Status Lingkungan Hidup Indonesia dan Dokumen Informasi Lingkungan Hidup Daerah Kota Cimahi (2) Evaluator dokumen pengelolaan lingkungan hidup, diantaranya Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD dan Tata Ruang untuk berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat (3)Trainer berbagai pelatihan lingkungan, khususnya  terkait pengelolaan sungai , gas rumah kaca, rencana pengamanan air minum, yang diselenggarakan dengan pendanaan instansi dalam dan luar negeri, diantaranya: GIZ, Pusat Studi Lingkungan Hidup ITB, Kota Cimahi, Kota dan Kabupaten Sukabumi, World Health Organization (WHO) Indonesia, IUWASH PLUS USAID Indonesia (4) Trainer pelatihan penulisan ilmiah yang diselenggarakan oleh LLDIKTI IV Jawa Barat, (5 ) Training RPAM.

Tanggapan :

Bukti keterlibatan dosen dalam pengembangan profesi dapat terlihat pada lampiran berikut (Bukti 10)

Copyright © 2026 UPT-TIK Itenas
Version 1.0