Self Evaluation
| Konteks
internal dan eksternal dibalik pembentukan Profil Profesional Mandiri (PPM)
Program Studi Teknik Lingkungan (Prodi TL),
diantaranya visi, misi dan nilai, arah strategis, kinerja dan
kematangan, sumber daya, relevansi, pemangku kepentingan, kebutuhan tren
ekonomi dan teknologi, standar dan peraturan, dan globalisasi adalah sebagai
berikut. Konteks internal untuk penetapan PPM (visi, misi, nilai, arah strategi, kinerja & kematangan, dan sumber daya) Penetapan PPM Prodi TL dilakukan dengan mengacu pada visi, misi, dan nilai yang berlaku di tingkat Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS), selanjutnya disebut sebagai Institut [1]; Unit Pengelola Program Studi (UPPS), yaitu Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), selanjutnya disebut sebagai Fakultas [2]; serta visi keilmuan Prodi TL [3] itu sendiri. Visi keilmuan Prodi TL adalah mengembangkan keilmuan dan penerapannya dalam pengelolaan, pengendalian dan peningkatan kualitas lingkungan dengan penerapan teknik dan teknologi lingkungan berbasis resource recovery, dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Visi keilmuan Prodi TL ini disusun untuk selaras dengan arah pengembangan Institut dan Fakultas, yang menekankan peran: 1) teknologi, 2) inovasi, serta 3) kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/sustainable development goals (SDGs)). Kata kunci pertama, yaitu teknologi, diturunkan menjadi komitmen Prodi TL dalam bidang rekayasa pengelolaan lingkungan, sebagai wujud penerapan teknologi untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Selanjutnya, komitmen terhadap SDGs diimplementasikan melalui peningkatan kualitas lingkungan hidup guna melindungi kesehatan masyarakat dan mendukung kesejahteraan. Sementara itu, kata kunci kedua, yaitu semangat inovasi, diterjemahkan menjadi pengembangan kemampuan lulusan untuk berkontribusi - yang merupakan kata kunci ketiga - dalam menyelesaikan persoalan lingkungan secara kreatif dan adaptif, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan. Ketiga kata kunci tersebut selanjutnya diterjemahkan dan diarahkan oleh Prodi TL pada pengelolaan lingkungan, pengendalian, dan peningkatan kualitas lingkungan, melalui penerepan teknik dan teknologi berbasis resource recovery untuk mendukung pelaksanaan SDGs. Selain itu, penetapan PPM juga mempertimbangkan nilai-nilai inti Institut, yang menjadi landasan moral dan etika seluruh sivitas akademika. Nilai-nilai tersebut dikenal sebagai Sembilan Nilai Inti ITENAS, yang mencakup: 1) Integritas; 2) Kualitas; 3) Inovasi; 4) Disiplin; 5) Adil; 6) Manfaat; 7) Keterbukaan; 8) Peduli; dan 9) Kerjasama [4]. Perumusan PPM juga mengacu kepada arah strategi Prodi TL, yang diturunkan dari visi dan misi Fakultas serta visi keilmuan Prodi TL, yaitu sebagai berikut. 1. Menghasilkan lulusan yang ahli dalam bidang teknologi pengolahan, serta pengelolaan air dan limbah. 2. Menghasilkan karya yang berorientasi untuk meminimasi penggunaan sumber daya dan limbah yang dihasilkan. 3. Memperkuat peran serta masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. 4. Memperkuat jaringan kerjasama dengan stakeholders dalam bidang teknologi pengolahan, serta pengelolaan air dan limbah. Disamping itu, PPM juga ditetapkan dengan mempertimbangkan hasil penilaian pengguna lulusan terkait kinerja dan kematangan lulusan prodi TL, yaitu memiliki integritas (etika dan moral); profesionalisme; penguasaan teknologi informasi; kemampuan kerja sama dalam tim dan untuk memimpin, berbahasa Inggris, berkomunikasi, berinovasi dan berkreasi; kemauan untuk pengembangan diri; motivasi dalam bekerja; dan keluasan wawasan antar disiplin ilmu [5]. PPM ditentukan pula dengan mempertimbangkan faktor sumber daya, berupa dosen, dan sarana – prasarana, untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja terkait kinerja dan kematangannya, yang dapat bersaing secara nasional bahkan global. Serta mempertimbangkan masukan pemangku kepentingan yang tergabung dalam Advisory Board [6] Prodi TL. Advisory Board terdiri dari unsur Pakar, Pengguna lulusan, Alumni, Profesi, Pemerintahan dan Industri. Prodi TL memiliki sumber daya (dosen, dan sarana – prasarana) untuk mendukung proses pembelajaran, yang memadai dan relevan dengan tuntutan PPM. Kualifikasi, keahlian dan kompetensi dosen memenuhi bidang TL yang utama, yaitu air dan limbah (cair, padat, dan gas), serta resource recovery. Sarana prasarana yang ada, mencakup infrastruktur fisik, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan juga peralatan untuk mendukung proses pembelajaran di laboratorium, kelas, dan lapangan, serta akses untuk memperoleh informasi dan pengetahuan melalui internet dan sumber belajar lainnya. Penjelasan mengenai sumber daya internal Prodi TL secara rinci terdapat pada penjelasan kriteria 2 mengenai dosen (kriteria 2.2) dan fasilitas (kriteria 2.4). PPM dirumuskan pula dengan memperhatikan kondisi eksternal, berupa kebutuhan tren ekonomi dan teknologi, standar dan regulasi, serta globalisasi. Kecenderungan ekonomi dan teknologi, serta standar dan regulasi, dipengaruhi oleh berbagai perubahan kebijakan pembangunan nasional dan global, seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025, Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals (SDGs), dan Paris Agreement (2015), serta Peraturan Presiden No. 11 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kebijakan tersebut meliputi pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan, proyek strategis nasional, pengelolaan sumber daya alam dan konservasi, serta pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan. Selain itu, perkembangan teknologi mengikuti perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, yang didorong oleh komputerisasi, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI) dan big data di bidang pengelolaan lingkungan [7]. Proses perumusan dan penetapan PPM Prodi TL [5] mengacu kepada prosedur operasi baku (POB) Perbaikan Berkelanjutan [8].
|